Ibis Surabaya City Center Hotel Terbersih dan Ternyaman

Ibis Surabaya City Center pada akhir 2015 berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, sebagai Hotel Terbersih dan Hotel Ternyaman. Penghargaan sebagai Hotel Tebersih diserahkan pada malam penghargaan bagi insan perhotelan dan pariwisata di Jawa Timur yang diselenggarakan dinas pariwisata.

Pada malam penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Jawa Timur itu hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Kala itu, Ibis Surabaya City Center ditetapkan memenangkan kategori Hotel Bintang 3 Terbersih se-Jawa Timur.

Penghargaan lainnya sebagai Hotel Ternyaman juga diraih Ibis Surabaya City Center di acara terpisah. Penilaian dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan sivitas akademika Universitas Ciputra, Surabaya. Tim melakukan survei dan peninjauan langsung ke hotel yang berlokasi di Jl Basuki Rahmat No 94-94, Surabaya.

“Kami sangat bangga menyandang predikat sebagai Hotel Terbersih dan Ternyaman. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dari tim dari sebuah hotel yang baru beroperasi selama dua tahun,“ papar Dodit Hapsoro, General Manager ibis Surabaya City Center, kemarin.

Dia menambahkan tim merasa terpacu untuk secara terus-menerus memberikan produk dan pelayanan yang terbaik dengan memperhatikan berbagai aspek terutama aspek kebersihan dan kenyamanan hotel.Tujuannya agar para tamu mendapatkan pengalaman menginap yang menyenangkan saat tinggal di ibis Surabaya City Center.

Hotel yang memiliki 224 kamar ini hadir untuk memenuhi kebutuhan para tamu akan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Kamar yang ada bergaya modern dengan konsep teknologi tempat tidur Sweet Bed by ibisTM.

ibis Surabaya City Center berada di kawasan tersibuk, di pusat Kota Surabaya, dikelilingi kawasan perkantoran dan pemerintahan, perbankan dan pusat-pusat perbelanjaan. Letaknya juga tidak jauh dari Tugu Pahlawan, salah satu monumen paling bersejarah di Surabaya. Hotel ini berjarak hanya 10 menit dari Stasiun Kereta Gubeng dan tidak jauh dari Bandara Internasional Juanda.

Kamar hotel dirancang dengan warnawarna lembut dan dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional serta perlengkapan yang mengetengahkan kepraktisan ruang dan kenyamanan. Setiap kamar menyediakan fasilitas meja kerja, 32-inchi TV LED, brankas, fasilitas membuat kopi/teh dan akses internet wi-fi gratis. Para tamu juga dapat memanfaatkan udara yang bersih dari asap rokok di setiap lantai, parkir indoor-outdoor gratis, dan layanan kamar dan check-in 24 jam. (N-25)
Media Indonesia, 13/01/2016, Halaman 18

Tarif Tol Surabaya-Gresik Naik sebelum Natal

TARIF tol ruas Surabaya-Gresik akan naik dengan kisaran 30,33 persen-40 persen, atau sekitar Rp3.500 hingga Rp8.500. Penaikan tarif itu berlaku efektif mulai 24 Desember pukul 00.00 WIB.

“Tarif baru akan berlaku setelah seluruh pekerjaan perbaikan, penambahan jalur, dan pelebaran jalan selesai dilaksanakan oleh PT Margabumi Matraraya selaku perusahaan pemegang konsesi pengusahaan jalan tol,“ ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Christian Kornel Marisi Tua Sihaloho di Jakarta, kemarin.

Kuasa Direktur Utama PT Margabumi Matraraya Harlim Christanto mengatakan pihaknya telah menambah lajur segmen Kebomas-Manyar sepanjang 3,4 km dari sebelumnya hanya dua arah dan empat lajur menjadi dua arah dan enam lajur.

Perbaikan dan pelebaran jembatan railway juga telah dilakukan, dari dua arah dan dua lajur menjadi dua arah dan enam lajur. “Sistem pembayaran di ruas tol ini diberlakukan dua sistem, yaitu sistem terbuka di Dupak-Tandas dan tertutup di ruas TandasManyar,“ ujar Harlim.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Margabumi Matraraya Fanny mengatakan ruas tol itu dilalui sekitar 75 ribu kendaraan per hari dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp410 juta per hari. “Pendapatan tahunan kita sekitar Rp150 miliar dan 40 persen di antaranya digunakan untuk biaya operasional,“ jelas Fanny. Untuk pekerjaan penambahan lajur dan pelebaran jalan, lanjutnya, dibutuhkan biaya investasi sebesar Rp525,622 miliar.

Sebesar Rp321,829 miliar berasal dari dana kompensasi berupa kenaikan tarif dan perpanjangan masa konsesi dari yang sebelumnya habis di 12 Maret 2016 menjadi 30 Oktober 2028. “Sisanya berasal dari kas perusahaan dan juga pinjaman perbankan dari BCA,“ cetusnya Penaikan tarif tol itu diprediksi bisa menambah 25 persen pendapatan harian menjadi sekitar Rp512,5 juta per hari dan meningkatkan pendapatan tahunan menjadi Rp190 miliar. (Mus/E-6) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 17