Kampung Keputih Menuju Ikon Surabaya

MUNGKIN tidak banyak orang tau tentang Kampung Keputih Tegal Timur, Surabaya. Karena, jangankan untuk mengingat namanya, lokasinyapun membuat orang tidak berselera membicarakannya, yakni di belakang bekas area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Keputih.
Penduduknya sebagian besar berada di kelas prasejahtera dengan pekerjaan mayoritas adalah buruh harian dan ibu rumah tangga. Selain itu, kondisi lingkungan yang dekat dengan laut, suhu udara yang panas dan minimnya pasokan air bersih membuat kampung ini awalnya terlihat gersang dan kurang asri.

Walaupun demikian, di tengah segala keterbatasannya, masyarakat kampung ini tetap berupaya menjadikan wilayahnya sebagai lingkungan yang nyaman.

Kekompakan dan motivasi yang tinggi dari masyarakatlah yang membuat PT Astra International Tbk bersama Grup Astra wilayah Surabaya tertarik untuk menjadikan kampung ini sebagai salah satu binaan Astra.

Kampung Berseri Astra merupakan wilayah dengan lingkungan yang bersih dan hijau serta masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif yang mewakili empat pilar Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan oleh Astra, yaitu bidang Lingkungan, Kesehatan dan Usaha Kecil & Menengah (UKM). Ikon Kota Surabaya Kampung Keputih Tegal Timur terpilih karena memenuhi kriteria yang telah ditentukan, yang terdiri dari tiga aspek, yaitu tata lingkungan kampung baik, warga kampung memiliki sifat gotong royong serta memiliki kemudahan akses untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan progam tanggung jawab sosial.

Perencanaan pembangunan dan pengembangan Kampung Keputih Tegal Timur ini dilakukan dalam tiga tahapan. Pada 2013-2014 menjadi kampung yang bersih dan asri, pada 2015-2016 menjadi pusat wisata edukatif dan pada tahun 2020 menjadi ikon kota Surabaya.

Dalam mewujudkan Kampung Berseri Astra, dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan program. Masyarakat di kampung ini dikenal berjiwa gotong royong, kreatif, pekerja keras serta memiliki motivasi untuk memperbaiki lingkungan.
Saat ini kampung tersebut sudah berubah menjadi lingkungan yang hijau dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan masyarakat, seperti rumah pintar, rumah hijau, bank sampah hingga instalasi pengolahan air bersih.

Kampung Keputih Tegal Timur sekarang juga memiliki kelebihan dari kampung yang lain. Di bidang ekonomi, terdapat masyarakat yang memiliki bisnis UKM (usaha kecil menengah), sedangkan di bidang lingkungan kampung ini menjadi pusat pembudidayaan tanaman dan pembuatan kompos masyarakat.

Di samping itu juga merupakan pusat pelatihan bagi pengunjung yang ingin belajar bercocok tanam dan membuat pupuk kompos. Lalu kampung ini memiliki balai pertemuan warga sekaligus rumah pintar. Di tempat ini, setiap sebulan sekali juga digunakan untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dari program yang telah dijalankan. Hal ini dapat dicapai karena kerjasama yang baik antara Grup Astra, masyarakat dan pemerintah daerah yang senantiasa bersemangat dalam menciptakan wilayah yang lebih baik.Keberhasilan Kerjasama Upaya bersama ini membuahkan hasil.

Di pertengahan tahun lalu, Kampung Berseri Astra Keputih Tegal Timur, Sukolilo masuk dalam 100 besar Kampung hijau saat mengikuti lomba Green and Clean Surabaya, yang dulunya pada saat tahun 2011 hanya menduduki peringkat 500 besar. Lalu pada September 2013 lalu, Kampung ini menjadi pemenang lomba kampung hijau dalam kategori pemula lingkungan berbunga.

Selain di Kampung Keputih Tegal Timur, Surabaya, Astra telah melaksanakan program Kampung Berseri Astra di enam wilayah lainnya, yaitu Sungai Bambu, Jakarta; Warakas, Jakarta; Papanggo, Jakarta; Cakung Barat, Jakarta; Suoh, Lampung; dan Pasirluyu, Bandung.

Peresmian Kampung Berseri Astra di Kampung Keputih Tegal Timur telah dilaksanakan pada 13 Oktober lalu oleh perwakilan Pemerintah Kota Surabaya dan Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, serta dihadiri oleh para kepala dinas pemerintahan kota Surabaya.
Program pembinaan Kampung Berseri Astra ini merupakan bagian dari Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia, yaitu langkah nyata dari Grup Astra untuk berperan aktif serta memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia melalui karsa, cipta dan karya terpadu untuk memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma Astra, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.“

Untuk itulah, meski belum seberapa jumlahnya, Astra secara bertahap dan terprogram mencoba berkiprah memberikan kontribusi ke beberapa daerah dengan cara bergandengan tangan bersama masyarakat dan pemerintah daerah untuk membangun masyarakat yang memiliki motivasi kuat untuk maju bersama Astra. Media Indonesia, 17/10/2014, halaman 7

Infiniti Q50 Sedan Sport Pembawa Dua Teknologi Anyar

Q50 bukan sekadar sebuah sedan sport yang diluncurkan untuk memperlihatkan eksistensi Infiniti di pasar mobil premium Indonesia. Q50 juga membawa dua teknologi anyar. Q50, yang dipertunjukkan pertama kali ke publik melalui Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 pada akhir September lalu di Jakarta, mengaplikasikan teknologi direct adaptive steering (DAS) plus active lane control (ALC).

“DAS dan ALC merupakan dua teknologi yang pertama kalinya ada di sebuah mobil produksi massal,“ ujar Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia (NMI) Stephanus Harianto.
Tak hanya itu keistimewaan Q50. Juara dunia Formula One empat kali, Sebastian Vettel, turut ikut campur dalam pengembangan sedan sport itu. Pembalap berkebangsaan Jerman itu didaulat sebagai Direktur Performa Infiniti.

Nissan sendiri merupakan induk perusahaan yang menaungi Infiniti. Turut hadir dalam acara peluncuran Q50 di `Bumi Pertiwi' ialah Wakil Presiden Eksekutif Nissan Motors Corporation (NMC) Takao Katagiri.DAS dan ALC DAS merupakan sistem steer-by-wire pertama di dunia yang menjadi buah dari riset Infiniti selama 10 tahun. DAS menghubungkan lingkar kemudi dan roda me alui unit steering control khusus sehingga handling menjadi lebih sensitif dan lebih cepat merespons.
Di samping itu, disediakan juga pengaturan respons handling sesuai dengan kondisi jalan atau lalu lintas yang sedang dilalui.

Di sisi lain, ALC diciptakan untuk meningkatkan aspek keamanan dari sebuah mobil. Dengan memanfaatkan kamera berteknologi tinggi, ALC mendeteksi permukaan jalan kemudian menjaga mobil etap melaju pada jalurnya.

Di luar kedua fitur termutakhir tersebut, pada Q50 dibenamkan juga beragam fitur semisal around view monitor, Infiniti drive mode selector, hingga Infiniti intouch sebagai ujung tombak pengaturan sistem audio, suhu kabin, multimedia, komunikasi, sampai beragam fitur pengendaraan. Sistem audio diparipurnakan dengan 14 speaker milik Bose.

Q50 dipasarkan di Tanah Air dengan dua varian. Yang pertama varian Hybrid dengan mesin 6 silinder, 3,5 liter, berteknologi Infiniti direct response hybrid plus baterai litium, dan motor bertenaga 67 hp.Total tenaga (kombinasi) yang bisa dihasilkan mencapai 350 hp.

Varian kedua Turbo bermesin 4 silinder, 2,0 liter, dengan proyeksi lontaran tenaga 208 hp. Torsi puncak mencapai 536 Nm untuk varian hibrida dan 350 Nm untuk varian turbo.

Kedua varian itu sama-sama menyandang transmisi tujuh percepatan de ngan adaptive shift control dan downshift rev matching dengan fungsi pengendaraan manual.

Sistem pengereman tiada beda pula, yakni ventilated disc, aluminium four-piston opposed front calipers, dan twopiston opposed rear calipers.

Tapi harus dicatat, teknologi DAS dan ALC hanya terdapat pada varian tertinggi. Pembedaan lain yang terdapat pada tipe termahal ini ialah pelek lebih besar (19 inci), sport brakes, juga paddle shift magnesium.

“Harga jualnya ialah Rp1,5 miliar untuk 3.5 l Hybrid dan Rp890 juta untuk 2.0 l Turbo,“ tandas Stephanus.

Terdapat delapan pilihan warna Q50 untuk konsumen Indonesia, yaitu white pearl, silver metallic, grayish blue metallic, gray metallic, brown metallic, red pearl metallic, black pearl, dan black solid. (Xan/S-2) Media Indonesia, 9/10/2014, hal : 22

Antam Terus Kembangkan Bisnis Emas

MASYARAKAT Indonesia makin sadar untuk memilih emas sebagai investasi jangka panjang. Kondisi itu membuat produsen emas PT Antam (Persero) Tbk giat melakukan terobosan serta mengembangkan bisnis emas tersebut. Demikian diungkapkan oleh Direktur Operasi Antam, Tedy Badrujaman, di Surabaya, kemarin.

“ Sekarangmasyarakat tidak lagi membeli emas hanyauntukspekulasi , “ ujarnya. Menurut Tedy, pada awal pihaknya melakukan edukasi ke pasar tentang emas sebagai pilihan berinvestasi, cukup banyak masyarakat yang membeli. Namun, pembelian emas tersebut masih untuk spekulasi.

“Saat kami buka outlet pertama di Pulo Gadung, terjadi antrean pembeli. Saat itu mereka hanya beli untuk spekulasi dengan melihat harga emas,“ ujarnya. Artinya, jika harga emas sedang tinggi, mereka langsung menjual. Namun kini, masyarakat membeli emas batangan untuk digunakan investasi jangka panjang.

Pada periode Januari hingga Juni 2014, perseroan telah berhasil menjual emas batangan mencapai 3.0004.000 kg. Adapun sepanjang 2013 lalu penjualannya mencapai 9.400 kg. Untuk mengembangkan bisnis emas, lanjutnya, Antam menambah sejumlah butik emas di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, dan Batam.

“Keberadaan butik emas ini untuk mendekatkan ke pasar. Namun, edukasi tetap kita lakukan mengingat emas batangan yang kami jual ini memiliki kemasan yang bagus dan aman untuk investasi jangka panjang,“ katanya.
Ia menambahkan, saat ini kontribusi penjualan emas mendominasi pendapatan perseroan mencapai 52%. Sementara itu, sisanya dikontribusi nikel. Adapun pada 2013 lalu, ekspornikel Antamke Tiong kok sebesar 50 juta-60 juta ton.(FL/E-6) Media Indonesia, 27/08/2014, hal 19

Menghijaukan Kota Malang

Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) bukan soal mudah, termasuk di Kota Malang, Jawa Timur. Pemerintah kota pun menggandeng swasta untuk membuat taman kota. UDAH sekitar sebulan ini Jalan Merbabu, Kota Malang, Jawa Timur, lebih ramai dikunjungi warga. Di sore hari, orangtua datang membawa anak mereka. Ada yang sekadar berjalan-jalan di taman, ada pula yang bermain jungkat-jungkit hingga futsal.

“Saya biasanya memilih jalan-jalan di alun-alun Kota Batu. Sekarang mencoba di Taman Kota Merbabu, Malang,” ujar Iman Aji, Selasa (22/7). Bersama sang istri, ia membawa putranya yang duduk di kelas 1 SD rekreasi sembari menunggu buka puasa. Hadirnya ruang terbuka hijau (RTH) baru bernama Merbabu Family Park (MFP) itu juga disambut banyak keluarga lainnya.

Pasalnya, RTH di kota apel ini dirasakan kian sempit. Sebelum adanya MFP, Kota Malang juga memiliki hutan kota Malabar yang luasnya mencapai seluas 16.718 meter. Lalu ada pula taman di Jalan Trunojoyo dan di kawasan depan Stasiun Kereta Api Kota Malang. Totalnya, luasan RTH mencapai 17% dari luas kota yang mencapai 110,6 kilometer persegi. Luasan itu berarti masih kurang dari yang disyaratkan undang-undang.

Berdasarkan penjelasan Pasal 29 ayat 2 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa proporsi 30% merupakan ukuran minimal RTH untuk menjamin keseimbangan ekosistem. Kemudian dalam ayat 3 pasal itu disebutkan bahwa proporsi 20% dari RTH itu disediakan oleh pemerintah kota.

MFP yang seluas 392 meter persegi merupakan upaya Pemerintah Kota Malang untuk memenuhi 3% kekurangan tersebut. Upaya itu mereka lakukan dengan menggandeng perusahaan swasta, PT Beiersdof Indonesia.
“Ini memang sesuai rencana pemerintah untuk bisa melibatkan pihak ketiga atau perusahaan swasta dalam membangun Kota Malang,” ujar Wali Kota Malang Mochammad Anton dalam peresmian MFP yang berlangsung awal Juli 2014. Pemkot Malang memang merencanakan pengembangan RTH dengan tidak menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Sebab itu, peran swasta sangat dinantikan.

Meski begitu, RTH atas partisipasi swasta ini dirasakan masih kurang memuaskan oleh warga. Lilik Sriadi, misalnya mengatakan MFP masih kurang memiliki koleksi tanaman. Akibatnya suasana teduh belum terbangun, begitu juga manfaat wisata edukasi dengan melihat koleksi tanaman.

Kondisi berbeda terlihat di hutan kota Malabar yang memiliki sekitar 61 jenis tanaman, termasuk bungur, dewandaru, matoa, tanjung, soka, dan tanaman-tanaman langka. Banyaknya koleksi tanaman memang ditunjang dengan luas hutan. Namun, warga berharap taman kota juga dapat menyediakan ruang bagi koleksi tanaman, meski tidak sebanyak di hutan kota. mengendalikan secara ketat izin kawasan terbangun. Selanjutnya, mendata secara detail RTH publik dan privat,” tegas Purnawan Dwikora, dari Walhi.
Selain itu, komitmen pemkot perlu dibarengi dengan upaya nyata dengan membeli lahan yang nantinya khusus untuk ruang publik. Hal serupa juga harus dilakukan swasta. Menurut Purnawan, penyediaan RTH dengan corporate social responsibility (CSR) itu terlalu murah. Seharusnya, perusahaan membeli lahan untuk RTH atau hutan kota sehingga bisa menambah areal guna pelestarian lingkungan.
Purnawan juga mengingatkan pemkot untuk menjaga fungsi RTH dari pemanfaatan yang tidak seusai. Contoh yang disesalkannya ialah berdirinya menara pemancar perusahaan telepon seluler di hutan kota Malabar. Keberadaan menara itu mengurangi kenyamanan dan keamanan hutan.

Di sisi lain, pemkot mengatakan mereka punya cara lain untuk mendorong pengembangan RTH. Salah satunya lewat perintah Wali Kota Malang bagi kecamatan dan kelurahan untuk memanfaatkan aset sebagai taman kota. Sejauh ini dalam 5 kecamatan dan 57 kelurahan di Kota Malang, luas RTH mencapai 18%. Bahkan, menurut Anton, komitmen pembangunan RTH akan diperluas hingga merambah bantaran Sungai Brantas.

Untuk mewujudkan program kota hijau ramah lingkungan ini, pemkot juga menggandeng 60 perguruan tinggi. Dengan begitu, kalangan akademisi diminta untuk menjadikan kelurahan sebagai daerah binaan. Nantinya perguruan tinggi bisa berperan aktif di Kota Malang, sekaligus memetakan kemiskinan dan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi. (M-4) - Media Indonesia, 9 Agustus 2014, Halaman 23

Kemeriahan Kafe hingga Pasar

Kemeriahan menyambut Piala Dunia 2014 menyihir jutaan pasang mata di dunia. Nonton bareng pun menjadi acara seru. AJANG Piala Dunia membawa gereget bagi setiap wargadi planet ini. Tidak peduli apakah negaranya ikut di antara 32 kontestan atau tidak. Fenomena itu juga terjadi di Indonesia. Setiap sudut negeri ini ikut meramaikan perhelatan akbar empat tahunan tersebut.
Magnet Piala Dunia membuat orang sejenak meninggalkan kegiatan rutin mereka. Berbagai tempat mulai kafe dengan harga makanan dan minuman mahal, pasar, hingga kampung-kampung meramaikan Piala Dunia dengan acara nonton bareng (nobar).

Seperti di Cafe Sahabat yang berlokasi di Jalan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Gemuruh sorak sorai pendukung tim yang bertanding membahana pada dini hari beberapa waktu lalu. Mereka terhipnosis oleh aksi bintang kesayangan masingmasing yang tengah beraksi di lapangan hijau melalui layar berukuran 2 x 3 meter dan LCD 52 inci. Teriakan yel-yel sembari menikmati makanan serta minuman menambah hangat suasana. “Goolll...!“ teriak salah seorang pengunjung kafe pendukung salah satu tim yang tengah berlaga.
Murdani, 31, pemilik Cafe Sahabat, mengatakan, selama pergelaran Piala Dunia, kafe yang berdiri sejak 2012 itu memang menggelar acara nobar. Selain itu, kafe tersebut menggelar nobar pertandingan sepak bola lainnya.

“Selama Piala Dunia 2014, setiap hari kami menggelar nobar,“ kata Murdani, beberapa waktu lalu. Untuk bisa nobar di kafe miliknya, pengunjung tidak dipungut biaya. Hanya dengan memesan makanan atau minuman, pengunjung bisa menonton Piala Dunia dan merasakan kemeriahannya. “Gratis, enggak dipungut biaya. Rencana kami juga mau adakan door prize,“ ucapnya.

Salah seorang pengunjung, Randi, 25, mengatakan menyaksikan sepak bola bersama penggemar lainnya lebih meriah ketimbang menyaksikan di rumah. Ada taruhan Kemeriahan Piala Dunia tidak hanya ada di kafe, tapi juga di warung-warung kopi di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Acara nobar tetap ramai meski pengunjung warung kopi harus menyaksikan pertandingan melalui televisi berukuran 21 inci dengan kualitas gambar yang kurang bagus. “Di sini banyak yang hobi bola, jadi setiap malam ramai nobar,“ ucap Asep, 51, pemilik warung kopi.

Ia mengaku mendapat berkah dari perhelatan Piala Dunia. Pendapatannya dari menjual kopi dan rokok bertambah dengan acara nobar di warung miliknya. “Pendapatan saya per hari bisa sampai Rp300 ribu. Alhamdulillah, ramai,“ ujarnya.
Demikian halnya nobar yang digelar warga RT 05/07, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, saat laga 16 besar Belanda vs Meksiko, Minggu (29/6) malam.

Adi dan 16 rekannya menggelar acara nobar di gang tempat tinggal mereka dengan menempatkan televisi 21 inci di atas meja. Di depan televisi, ditata sejumlah bangku panjang dan selembar tikar yang mereka duduki beramai-ramai.
Sementara itu, makanan dan minuman yang mereka nikmati sambil nonton dibawa masing-masing. “Yang mau bawa makanan atau minum silakan. Akan tetapi, nonalkohol, karena di sini bukan tempatnya,“ ucap Adi.

Gerald, 29, yang juga bergabung di tempat tersebut dan menjagokan tim Belanda, mengaku ikut nobar karena memasang taruhan dengan rekannya. “Ada taruhan juga, yaitu menebak skor hingga 90 menit. Yang ikut lima orang.
Nilai total Rp200 ribu sekali taruhan,“ kata dia. (Ths/J-4) – Media Indonesia, 1 Juli 2014, Halaman 9

Servis Prima Dukung Penjualan Otomotif

PEMASARAN otomotif di sejumlah daerah di Tanah Air terus tumbuh. Salah satunya ter jadi pada produk Daihatsu di Jawa Timur.
“Total penjualan di Jawa Timur mencapai 2.500 unit per bulan. Provinsi ini menjadi penyumbang kedua terbesar pemasaran produk Daihatsu secara nasional, yang mencapai 17%, di bawah DKI Jakarta yang 35%,“ kata Head of Marketing and CS Division PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso, di sela ajang Bursa Oto Seken (BOS) Daihatsu, di Surabaya, kemarin.
Penjualan besar juga disumbang dari Sumatra sebesar 15%, Kalimantan 13%, Sulawesi 12%, dan Jawa Barat 8%. Secara nasional, pada Januari-Mei, penjualan Daihatsu sebanyak 79.402 unit atau naik 8% ketimbang periode yang sama 2013 sebanyak 73.564 unit. Penjualan otomotif nasional sendiri pada periode yang sama hanya tumbuh 7%.

Hendrayadi menambahkan penjualan tumbuh karena perusahaan didukung jaringan dan layanan purnajual yang luas serta produk yang sudah teruji sejak 10 tahun lalu. “Kami juga melakukan berbagai upaya untuk tetap menarik minat konsumen membeli mobil, di antaranya dengan penyegaran produk, menambang jaringan layanan, hingga berpromosi.“

Soal BOS yang digelar di Parkir Timur Plaza Surabaya, petinggi PT Astra Daihatsu Elvina Afny menambahkan itu merupakan ajang ketiga sejak dilaksanakan pertama kali pada 2012. “BOS merupakan bursa jual beli mobil baru dan bekas serta tukar tambah mobil bekas merek apapun dengan Daihatsu baru.“

Sejumlah kemudahan diberikan saat BOS, dari mudahnya transaksi jual beli mobil bekas merek apa pun, bonus tukar tambah dari mobil bekas ke mobil Daihatsu baru, hingga beragam hadiah menarik untuk pembelian mobil Daihatsu baru. Pengunjung pun juga dapat membeli mobil baik secara tunai ataupun kredit, melakukan trade-in, hingga mengikuti lelang yang difasilitasi i-Bid Balai Lelang Serasi. “Ada 200 peserta yang ikut BOS, dengan transaksi mencapai 90 mobil. Ini upaya Daihatsu memberi kemudahan bagi konsumen di Jatim sehingga warga bisa mendapat layanan transaksi satu pintu,“ tambah Hariya Albertus, petinggi Daihatsu Sales Operation Jawa Timur. (FL/N-2) - Media Indonesia, 09/06/2014, halaman 13

Pantura Lamongan Alami Kerusakan JALUR

Truk bertonase berat memperparah kerusakan jalur Bojonegoro-Tuban. Pada Ramadan tahun lalu jalan yang rusak juga hanya ditambal sulam. utama pantai utara (pantura) Lamo ngan, Jawa Timur, menuju Gresik mengalami kerusakan sepanjang 10 kilo meter. Kondisi jalan cukup memprihatinkan. Banyak lubang menganga dan aspal terkelupas di sepanjang ruas jalan tersebut.
Selain membahayakan pengguna jalan, kerusakan jalan tersebut juga sering kali memicu terjadinya kemacetan arus lalu lintas, baik dari arah Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

Kerusakan jalan terparah berada di wilayah Kecamatan Manyar hingga memasuki wilayah Kecamatan Lamongan, Jawa Timur. Kerusakan jalan diduga disebabkan tekstur aspal yang melembek pada musim hujan lalu sehingga saat dilintasi kendaraan berat, aspal mudah terkelupas hingga mengakibatkan lubang besar.
Rusaknya jalan utama pantura ini cukup dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena dianggap membahayakan dan mengakibatkan kemacetan panjang.

Kemacetan sering kali terjadi di jam-jam sibuk, terutama pada pagi dan sore hari. “Ini sangat merugikan pengguna jalan, khususnya truk yang mengangkut sembako,” kata Rahidin, seorang sopir truk, kemarin.

Masyarakat berharap kerusakan jalan ini segera mendapat perhatian pemerintah setempat agar aktivitas warga tidak semakin terganggu, terlebih menjelang arus mudik Lebaran 2014.
proyek dan hasil tambang migas.

Biasanya, kendaraan dengan bodi besar beroda lebih dari 10 itu melintas pada malam hari.
“Namun, akhir-akhir ini siang hari juga kendaraan proyek besar jalan,“ ujar Suwarto, warga Desa/Kecamatan Plumpan, kemarin. Tak jarang, kata dia, saat kendaraan proyek dan pengangkut hasil migas itu melintas, lalu lintas mengalami kemacetan. Apalagi, masih banyak titik jalan yang belum dilebarkan.

“Seperti di depan pasar selalu macet kalau truk pengangkut gas atau alat proyek melintas,“ tambahnya. Senada disampaikan Amir, warga Desa/Kecamatan Rengel.

Menurut dia, hampir setahun terakhir ini kerusakan jalan yang melintasi kampungnya semakin parah kondisinya.
“Jalan tidak memadai, tetapi dilintasi truk pengangkut gas dan truk proyek yang tonasenya terlampau tinggi,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, kerusakan pada badan jalan makin parah. Kerusakan
terparah terjadi di sekitar kampungnya hingga kondisi jalan berlubang pada sejumlah titik dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter dengan lebar kisaran 1-1,5 meter.

Dia menyebutkan kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya perbaikan jalan lebih dari setahun terakhir. Sebab, pada Ramadan tahun lalu jalan yang rusak juga hanya ditambal sulam. Agar tidak menimbulkan jatuh korban, warga yang peduli kemudian menimbun lubanglubang di badan jalan dengan material seadanya.

Pada bagian lain, menjelang datangnya arus mudik Lebaran 2014, berbagai persiapan dilakukan. Kepolisian Resor (Polres) Brebes, Jawa Tengah, misalnya, akan menggunakan helicam untuk memantau pergerakan arus mudik. Hasil dari gambar yang diperoleh dari helicam akan digunakan untuk mengambil keputusan pengaturan arus lalu lintas.

Helicam akan dioperasikan mulai sepekan menjelang Lebaran, dengan tujuan untuk memandu para pemudik yang melintasi daerah Kabupaten Brebes, yang merupakan pintu masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. (YK/JI/N-1) Media Indonesia, 7/6/2014; hal : 10