Jawa Timur Waspadai Angin Puyuh

MEMASUKI musim penghujan Desember ini, sebagian wilayah di Jawa Timur untuk tiga hari ke depan terhitung mulai 3 hingga 5 Desember memperkirakan di berbagai wilayah tersebut akan terjadi hujan ringan hingga lebat.

Prakirawan BMKG Kelas 1 Juanda Surabaya Marlin Tresnawati, kemarin, mengatakan masyarakat diharapkan mewaspadai angin kencang sesaat, angin puyuh (puting beliung), dan suhu udara pada masa transisi.

Angin umumnya dari arah timur ke barat dan barat laut dengan kecepatan 5-35 km/ jam. Suhu udara berkisar 19-36 derajat celsius.
Adapun cuaca di wilayah Jawa Timur berawan hingga hujan sedang, antara lain daerah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Bawean.

Selain itu, wilayah tengah seperti Magetan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto, dan Bondowoso. Khusus untuk wilayah Surabaya, menurut Marlin Tresnawati, keadaan cuaca di kota itu dan sekitarnya untuk tiga hari ke depan umumnya berawan dan berpeluang terjadi hujan ringan hingga lebat.

Waspadai adanya angin kencang sesaat, puting beliung, dan hujan lebat pada masa peng hujan angin umumnya dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5-35 km/ jam. Suhu udara berkisar 25-33 derajat celsius.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar apel siaga bencana musim penghujan, kemarin.Apel diadakan di halaman Kantor Pemkab Klaten, dengan dipimpin Asisten II Edy Hartanta mewakili bupati.

Apel siaga yang dilanjutkan dengan geladi posko bencana tersebut diikuti satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis terkait, TNI, Polri, PMI, petugas pemadam kebakaran, Tim SAR (Search and Rescue), dan komunitas relawan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Sri Winoto mengatakan apel siaga bencana digelar untuk kesiapan pemerintah daerah dan kelompok relawan menghadapi bencana di musim penghujan.

“Jadi, apel siaga bencana ini sangat penting dengan tujuan untuk lebih memantapkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi pemerintah dengan masyarakat dalam penanganan bencana di musim penghujan,“ jelasnya.

Perlu diketahui, Klaten merupakan daerah rawan bencana banjir, longsor, dan angin puyuh, terutama di Kecamatan Cawas, Bayat, dan Gantiwarno yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Klaten Sunarno, dalam sambutan tertulisnya, mengatakan gelar apel siaga bencana itu menunjukkan pemerintah daerah mempunyai sikap tanggap dan tahu apa yang dilakukan jika terjadi bencana tersebut.

“Kami menyadari Klaten rawan bencana banjir, longsor, dan angin kencang di musim penghujan. Karena itu, selama tiga bulan, November-Januari, Klaten telah ditetapkan dalam status siaga bencana,“ imbuhnya.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditingkatkan.Untuk itu, bupati mengingatkan para camat, kepala desa, dan SKPD teknis terkait untuk tidak meninggalkan wilayah selama status siaga bencana.(FL/JS/N-2) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 11

0 komentar:

Poskan Komentar